Sunday 24 December 2023

Kenali Risiko Keuangan Usaha Rumahan dan Lakukan Tips untuk Meminimalisirnya

 


Pexels.com

Dunia usaha yang semakin kompetitif memiliki tantangan yang penuh risiko, meskipun masih dalam bentuk usaha rumahan. Untuk memulainya, kamu harus siap menangani masalah bisnis yang kompleks. Mulai dari pengadaan bahan baku, stok barang, strategi pemasaran, menangani keluhan pelanggan, menyelesaikan tugas administrasi yang tidak ada habisnya hingga cara mengelola keuangan.

Tips mengelola keuangan yang paling utama harus kamu lakukan adalah wajib melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Pasalnya, perkembangan usaha bisa dilihat jika kamu memiliki laporan keuangan dengan rapi, detail dan terstruktur. Sehingga besaran rugi laba yang dihasilkan bisa lebih mudah untuk diketahui. Lantas, risiko apa saja yang akan kamu dapatkan jika tidak melakukan pencatatan keuangan dengan baik?

Risiko Keuangan Usaha Rumahan yang Perlu Kamu Ketahui

Usaha selalu rentan dengan risiko, terutama risiko yang berkaitan dengan keuangan. Terutama untuk usaha rumahan yang baru saja kamu rintis. Biasanya risiko tersebut berkaitan dengan arus kas usaha yang tidak akan terpenuhi kewajiban keuangannya. Risiko tersebut selalu ditanggung pada setiap bisnis yang ada dan wajib menjadi perhatian besar seorang pelaku usaha.

Tidak hanya berkaitan dengan arus kas, risiko keuangan juga bisa berasal dari sumber pendanaan. Walaupun demikian, risiko keuangan tidak bisa dihilangkan. Tetapi kamu bisa meminimalisirnya dengan membuat sistem akuntansi yang stabil. Risiko keuangan yang akan kamu hadapi ketika membuka usaha rumahan, antara lain : risiko kerugian, risiko pendapatan menurun, risiko kekurangan kas, risiko biaya-biaya yang terus meningkat, hingga risiko kehilangan uang karena ditilep karyawan.

Pexels.com

Untuk meminimalisir masalah tersebut, kamu harus memiliki otorisasi keuangan yang jelas untuk semua transaksi yang dilakukan dalam usaha. Kamu wajib memiliki laporan keuangan yang jelas, akurat, dan transparan agar lebih mudah di-review atau dianalisa apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan.

Sehingga kamu bisa membuat rencana yang baik dan jelas atas pendapatan, biaya serta pengeluaran kas lainnya. Segala Keputusan keuangan tersebut harus terukur, serta berdasarkan atas data dan analisa.

Tips Mengelola Keuangan Usaha Rumahan untuk Meminimalisir Risiko

Perlu kamu ketahui bahwa cara mengelola keuangan setiap usaha tidaklah sama. Meski demikian, tips mengelola keuangan memiliki tujuan yang sama. Berbagai cara bisa kamu lakukan untuk mengelola keuangan usaha, tergantung kepribadian, kebutuhan serta gaya hidupmu. Kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini untuk menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha rumahan, antara lain :

1.      Hindari Pinjam Modal Usaha dengan Bunga Tinggi

Salah satu kunci sukses untuk menjalankan usaha rumahan adalah menggunakan dana dengan optimal. Alasan inilah yang mewajibkan kamu untuk tidak meminjam modal usaha terlalu tinggi. Tujuan menghindari pinjaman dengan nilai pokok mahal dan berbunga tinggi adalah untuk menghindari gagal bayar. Hal tersebut untuk menghindari pengeluaran usaha yang membengkak karena harus melunasi pinjaman pokok sekaligus bunganya.

2.      Memastikan Tujuan Penggunaan Keuangan

Tujuan penggunaan keuangan usaha harus ditetapkan sejak awal, untuk menekan pengeluaran serta dapat meraih profitabilitas lebih cepat. Semaksimal mungkin hindari pengeluaran biaya untuk tujuan yang tidak relevan dengan tujuan usaha. Sangat disarankan untuk membuat rencana anggaran pengeluaran selama satu tahun, mulai dari sewa toko, menentukan HPP, penggajian karyawan, utang, biaya operasional dan lainnya. Sehingga beban keuangan akan berkurang, sekaligus memastikan arus kas tetap kuat meskipun kondisi usaha sedang tidak sehat.

3.      Pisahkan Keuangan Pribadi dengan Keuangan Usaha

Ketika memulai usaha, kamu wajib membuka rekening pribadi dan rekening usaha. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dalam mendapatkan hasil perhitungan dan tepat pada akhir tahun keuangan. Pemisahan rekening pribadi dan rekening usaha bertujuan untuk menghindari krisis uang kas yang disebabkan penggunaan uang usaha untuk kebutuhan pribadi.

4.      Lakukan Evaluasi Rutin Keuangan Usaha

Meskipun ukuran dan jenis usaha yang kamu jalankan masih dalam skala rumahan, penting sekali mengetahui aliran uang secara detil dan efisien untuk keperluan manajemen keuangan. Kegiatan ini memang sulit dan membosankan, tapi wajib dilakukan secara konsisten. Sehingga kamu mengetahui arus uang kas yang mengalir agar lebih mudah melacak pergerakan modalnya.

5.      Catat Semua Pengeluaran dan Pemasukan

Mencatat pengeluaran dan pemasukan setiap hari sering diabaikan pelaku usaha rumahan, padahal ini penting untuk dilakukan agar terkontrol dengan baik. Kamu harus mengetahui besaran modal yang digunakan untuk usaha, biaya operasional serta besarnya keuntungan yang didapatkan dari usaha.

6.      Siapkan Dana Darurat

Setelah menyelesaikan masalah rugi laba, saatnya melindungi usaha dengan menyiapkan dana darurat. Kamu bisa menggunakan dana ini ketika usaha mengalami musibah yang dapat mengganggu kinerja dan operasional usaha.

7.      Mengelola Hutang Usaha

Hutang usaha memang dapat membantu meningkatkan performa, namun jika kamu tidak mengendalikannya dengan baik akan menyebabkan masalah finansial yang serius. Jika kamu sudah memiliki hutang sebelumnya, pastikan rasio hutang terhadap aset tidak lebih dari 50%. Sedangkan rasio hutang terhadap pendapatan tidak boleh lebih dari 30%. Oleh sebab itu, kamu harus membuat perencanaan yang sangat matang sebelum mengajukan hutang agar finansial usaha tidak terganggu.

8.      Tetapkan Target Usaha yang Jelas

Sebagai pelaku usaha, penting sekali menentukan target omzet yang akan dicapai di masa depan. Lakukan evaluasi secara berkala terkait dengan operasional, buatlah perbaikan serta lakukan hal-hal yang dapat meningkatkan efisiensi usaha.

9.      Gunakan Laba untuk Pengembangan Usaha

Tips mengelola keuangan usaha yang paling penting adalah memanfaatkan laba untuk pengembangan usaha menjadi lebih besar. Laba bisa diraih tergantung bagaimana cara mengelola usaha tersebut. Hindari menggunakan laba untuk kebutuhan pribadi. Kamu harus menggunakannya untuk pengembangan usaha, antara lain menambah jumlah outlet, penambahan jumlah karyawan, diversifikasi usaha dan layanan.

10.  Menjaga Hubungan Baik dengan Pihak Ketiga

Kerja sama dengan pihak ketiga merupakan hal yang wajar serta dapat menguntungkan proses usaha rumahan. Jalinlah hubungan baik dengan pihak ketiga yang diatur dalam perjanjian yang jelas secara hukum yang berlaku. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Perjanjian tersebut biasanya memuat tentang pembagian keuntungan kedua pihak, periode pembayaran dan lainnya.

11.  Menyusun SOP Keuangan

Usaha yang terus berkembang tak pernah luput dari SOP keuangan yang ketat sejak dirintisnya usaha tersebut. SOP keuangan tersebut meliputi prosedur serta mekanisme pembayaran supplier, syarat dan bukti transaksi, sistem penggajian dan lainnya. SOP keuangan dapat membantumu melakukan pengawasan serta mencegah terjadinya pemalsuan.

12.  Lakukan Investasi

Meski usaha yang sedang kamu jalankan masih dalam skala rumahan, penting sekali untuk melakukan investasi. Baik investasi usaha maupun investasi pribadi, sama pentingnya. Investasi usaha dapat bermanfaat untuk membantu kelancaran dan pengembangan usaha. Misalnya untuk pembelian software akuntansi, pembelian mesin kasir, pembelian alat pembayaran dan lainnya.

Sedangkan investasi pribadi bisa diambilkan dari gaji kita selama menjalankan operasional usaha rumahan dalam satu bulan. Apakah kamu sebagai pemilik usaha harus digaji? Ya. Walaupun sebagai pemilik, usaha kamu tidak akan berjalan lancar tanpa kegiatan operasinal yang kamu kerjakan. Alasan inilah yang membuat pentingnya menggaji diri sendiri.

Investasi pribadi bisa kamu lakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan investasi reksadana di Bibit. Selain mudah dikerjakan, jenis investasi tersebut juga cocok sekali buat kamu yang masih pemula. Cukup dengan menyisihkan dana sebesar Rp 100 ribu, kamu sudah bisa berinvestasi tanpa membutuhkan modal besar.

Bibit menyediakan jenis investasi yang mudah dicairkan kapan saja kamu membutuhkannya tanpa dikenai biaya penalti. Manfaatkan pula kode referral untuk mendapatkan keuntungan berupa saldo Rp 25 ribu untuk setiap pembuatan akun baru. Semakin berlipat bukan keuntungan yang akan kamu dapatkan dengan menjalankan usaha rumahan? Segera dapatkan keuntungan berlipat dengan berinvestasi di Bibit dan manfaatkan referral dengan klik di sini.

 

contact person :

geger.siska83@gmail.com

No comments:

Post a Comment

Review IMPLORA Cheeck & Liptint New Shade : Juicy Juice

  Foto pribadi Ada nggak sih yang seperti aku, suka beli satu produk kecantikan tapi memiliki banyak manfaat? Selain praktis, tentunya juga ...