Saturday, 14 September 2019

Potensi Sawit Dalam Membantu Perkembangan Ekonomi Indonesia

Sumber Foto : Akurat.co

Potensi sawit ini sebenarnya sudah diperkirakan sejak tahun lalu dengan adanya pelaksanaan mandatori kebijakan biodiesel 20 persen (B20).

Kanaikan harga ini didorong dengan adanya peningkatan permintaan yang diiringi dengan menurunnya stok. Meskipun produksi sawit juga diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 11% dibandingkan proyeksi tahun lalu sebesar 46,86 juta metrik ton.

Peningkatan harga sawit terlihat rata-rata pada level 2.200 ringgit per ton pada kuartal ketiga 2019, dari 2.073 ringgit per ton. Kenaikan ini  akan terus berlanjut hinggal kuartal pertama tahun depan hingga menyentuh angka 2.300 per ton.

Indonesia diperkirakan akan mencapai produksi 46,6 juta ton pada tahun 2020. Sedangkan posisi kedua ditempati Malaysia dengan produksi sekitar 21 juta ton. Kedua negara ini masih mendominasi penghasil sawit terbesar, total sekitar 85-90% dari total produksi sawit dunia. Selain sebagai negara produksi terbesar, Indonesia juga merupakan negara eksportir sawit terbesar yang diikuti oleh Malaysia pula.

Sumber Foto : Orbitdigitaldaily.com


Asumsi Indonesia ini akan meningkatkan mandat biodieselnya menjadi B30 pada Januari tahun depan. Peningkatan ini sehubungan dengan meningkatnya permintaan dari China sehubungan dengan demam babi di Afrika yang mengakibatkan sedikitnya ketersediaan kedelai.

Hal ini diperkuat dengan persediaan sawit China yang minus hingga 9,4% secara bulanan pada akhir Agustus lalu. China telah membeli lebih banyak minyak sawit karena persediaannya yang rendah karena adanya permintaan festival.

Saat ini sumber energi di Indonesia berupa produksi minyak dan gas bumi sedang mengalami penurunan. Dengan demikian kedepannya, keberadaan sawit ini juga diharapkan dapat menyokong ketersediaan energi di Indonesia.

Ketersediaan bahan baku dan penguasaan teknologi mulai dari hulu ke hilir diyakini sawit bisa menjadikan Indonesia mandiri energi. Institut Teknologi Bandung (ITB) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan PT. Pertamina (Persero) telah melakukan riset dengan hasil bahwa CPO bisa diubah menjadi green diesel, green gasoline dan green avtur.

Menurut Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung, "CPO merupakan bahan baku biodiesel paling kompetitif jika dibandingkan dengan minyak nabati lain, misalnya minyak kedelai (soybean), minyak rapeseed (sejenis kubis-kubisan), atau minyak bunga matahari."

Beliau menjelaskan bahwa sawit juga bisa dikembangkan menjadi berbagai macam produk energi yang terbagi menjadi tiga generasi. Dengan generasi pertama berupa CPO atau minyak sawit mentah (Crude Palm Kernel Oil/ CPKO) yang bisa dibuat menjadi biodiesel, green diesel, green gasoline, green avtur, biogas, dan biolistik.

Generasi kedua biomassa sawit bisa diubah menjadi bioetanol dan biolistrik. Sedangkan generasi ketiga pengolahan limbah pabrik sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) bisa menghasilkan biodiesel, biogas, biodiesel alga dan biolistrik.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, Gusti Hardiansyah juga menyatakan bahwa sawit bisa meningkatkan elektrifikasi di Kalimantan Barat. Seperti yang kita tahu provinsi ini merupakan penghasil sawit yang bisa dijadikan biofuel sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ataupun biomassa.

Sawit sendiri sampai saat ini masih menjadi minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Selain sebagai sumber biofuel dan biodiesel, sawit juga memiliki harga yang murah, mudah diproduksi namun juga sangat stabil jika digunakan untuk berbagai variasi makanan, kosmetik, produk kebersihan.

Untuk jangka panjang, permintaan sawit dunia akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah populasi dunia. Pertumbuhan ini diikuti dengan semakin meningkatnya produk-produk dengan bahan baku sawit seperti, produk makanan dan kosmetik.
Pertumbuhan industri sawit sendiri, selain tampak dari jumlah produksi dan ekspor dari Indonesia juga bisa dilihat dari pertumbuhan luas area perkebunan sawit. Dorongan permintaan global yang terus meningkat serta keuntungan yang semakin naik, pembuat budidaya sawit ditingkatkan secara signifikan baik oleh petani kecil maupun pengusaha besar di Indonesia.

Pertumbuhan industri sawit baik dalam skala kecil maupun besar  ini dengan sendirinya akan diikuti pula oleh pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya peningkatan secara kebutuhan saja tapi juga akan diikuti dengan peningkatan jumlah lapangan pekerjaan.

13 comments:

  1. Alhamdulillah Allah menganugerahkan Indonesia dengan kekayaan alam yang berlimpah dengan salah satunya sawit..semoga membawa manfaat bagi kelangsungan kehidupan masyarakatnya

    ReplyDelete
  2. Semoga sawit-sawit ini bisa menjadi produk yang banyak manfaatnya daripada menyebabkan mudhorot. Aamiin.

    ReplyDelete
  3. Ya, bagaimana pun sawit ini juga memberikan kontribusi besar dalam perekonomian Indonesia. Mudah-mudahan kedepannya pengelolaan dari pihak perusahaan pemilik bisa lebih baik lagi tidak hanya menghasilkan produk tapi juga memperhatikan lingkungan. Btw, negeri kita memang kaya sumber daya alamnya ya Masya Allah

    ReplyDelete
  4. Nggak dipungkiri ya kita memang masih butuh minyak sawit ya mba. Dan semoga kepentingan bisnis ini tetap sejalan dan selaras dengan kebutuhan kita menyayangi bumi. Semoga ada solusi untuk kebaikan semua ya...

    ReplyDelete
  5. Masya Allah yaa ternyata sawit ini banyak yg bisa dihasilkan Dari sawit. Aku pikir hanya Minyak goreng aja ternyata gak yaaa

    ReplyDelete
  6. Hidupku masih tergantung sekali dengan sawit. Ya gimana, apa-apa masih pakek bahan dasar sawit. Semoga saja nantinya ada jalan tengah ya. Agar produksi sawit tetap bisa memenuhi kebutuhan konsumen tapi tidak sampai mengorbankan apapun.

    ReplyDelete
  7. Yup, sudah seharusnya Indonesia memproduksi, bahkan mengekspor hasi olahan, seperti biodiesel

    ReplyDelete
  8. Memang faktanya kita membutuhkan produk sawit dan turunannya ya..Apalagi sawit bisa dikembangkan menjadi berbagai macam produk energi yang terbagi menjadi tiga generasi

    ReplyDelete
  9. Baru tahu deh saya kebaikan sawit. Di rumah pun saya masih sering pakai minyak sawit.kadang minyak kelapa sih soalnya mama sakit

    ReplyDelete
  10. Saya pun masih pakai minyak sawit kok. Karena saya tahu manfaatnya. Semoga ada solusi untuk kebaikan bersama yaa. Amiin

    ReplyDelete
  11. Saya pribadi sih berharap semoga pengelolaan sawit bisa lebih baik dan bertanggung jawab nantinya. Semoga ada solusi terbaik.

    ReplyDelete
  12. Kelapa sawit memang faktanya menghasilkan banyak produk yang kita pakai dalam keseharian . Tak bisa dipungkiri itu. Saya memang pemakai minyak kelapa, tapi bisa jadi pada bahan kosmetik yg saya pakai mengandung sawit ;)
    Tapi bagaimanapun juga, perlu regulasi ketat terkait lahan sawit, nih. Sudah bukan rahasia lagi jika banyak lahan sawit bermasalah, hiks

    ReplyDelete

Makanan Sehat untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

  Konsumsi makanan sehat sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sering dipahami sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan ...