Friday, 26 July 2019

πŸ’ Pasanganku, Masa Depanku πŸ’



πŸ’Pasanganku Masa DepankuπŸ’

Dulu, sebelum menikah pernah nggak sih membuat kriteria pasangan? Pengen punya pasangan seperti ini, seperti itu atau bahkan bikin target harus punya pasangan yang sudah punya A B C D.

Wajar sih ya, karena pasangan akan menentukan seperti apa kelak kehidupan kita. Pasangan kita adalah gambaran seperti apa masa depan kita kemudian. Pasangan juga akan menentukan seperti apa hari tua yang akan kita jalani nantinya.

Bahkan saya pernah baca kalo memilih pasangan sama seperti menentukan kemana arah hidup kita nantinya, surga atau neraka.

Nggak heran jika tidak sedikit orang yang lebih memilih sendiri atau jomblo sebelum menemukan pasangan yang sesuai dengan keinginannya. Karena pilihannya akan menentukan kehidupan yang akan dijalaninya kelak, bisa jadi separuh dari sisa umurnya.

Salah dalam memilih pasangan bisa jadi akan membuat hidupnya lebih buruk dari saat dia masih sendiri. Karena ketika memutuskan untuk memiliki pasangan, ada yang harus rela melepaskan semua impiannya. Ada lingkungan yang ditinggalkan, bahkan wanita rela melepaskan diri dari keluarga demi kewajibannya mengabdi pada pasangan.

Tidak semua orang merasa beruntung karena pasangannya kurang perhatian, padahal dia kaya.

Tidak semua orang  merasa bahagia punya pasangan berjabatan tinggi karena tidak pernah punya waktu untuk berdua.

Ada yang lebih suka pasangannya melepas pekerjaan di perusahaan ternama dan bekerja di rumah agar bisa selalu shalat berjamaah.

Ada yang terus bertahan dengan pasangannya yang tidak sempurna karena memang ingin mengabdi pada cintanya.

Mereka lebih memilih merasakan nyaman dari pada mendapatkan segala sesuatu yang terlihat indah secara duniawi. Sikap terhadap pasangan lebih penting daripada semua yang dimilikinya.

Mereka tidak ingin hatinya mati bersamaan dengan matinya hubungan dengan pasangannya. Siapapun tidak menginginkan kehidupan rumah tangganya terlihat baik-baik saja tapi sebenarnya hatinya kering.

Ada yang rela melepaskan apa yang dimiliki demi menjaga hubungan baik dan komunikasinya dengan pasangan. Baginya keindahan pasangan yang hanya tampak dari luar semakin lama bisa membuat jiwanya mati.

Bisa jadi kriteria yang dari awal sudah disusun akan berubah total setelah menemukan orang yang bisa membuat nyaman, dan bisa diajak tumbuh bersama demi membangun masa depan.

Mereka saling me-recharge hati setiap saat agar cintanya semakin menyala. Mereka saling membantu me-recharge iman agar selalu berjalan dalam korodor pernikahan.

Rela melepaskan ego masing-masing. Tidak ada lagi aku atau kamu tapi hanya kita atau keluarga kita.

Kehidupan rumah tangga tidak ada yang sederhana, pelik dan bisa berubah seperti benang kusut jika kita tidak segera mengurai masalah yang sedang dihadapin. Meskipun kecil jika diendapkan hanya akan menjadi bom yang tinggal menunggu waktu untuk meledak.

Tidak hanya perceraian yang perlu dihindari, kehidupan rumah tangga yang terlihat baik-baik saja tapi punya hubungan yang mati pasti jauh lebih menyakitkan.

Sesimpel ini alasan saya ikut ambil bagian dalam penulisan buku The Great Muslimah. Kisah kecil yang saya tuliskan semoga bisa memberikan manfaat untuk orang lain.

#TheGreatMuslimah
#Gieska

12 comments:

  1. Keren... Alhamdulilah semoga kita dikaruniai keluarga yg selalu berbunga - bunga..
    Saling menghargai dan saling berbagi.

    ReplyDelete
  2. Kalau salah milih pasangan, hari-hari seperti neraka ya, begitu juga sebaliknya. Tapi banyak pasangan yang mengorban cita-cita dan keinginan mereka demi mempertahankan rumah tangga. Memang begitu demikian kan ya?

    ReplyDelete
  3. Masha Allah,, jadi yuni masih tahap mencari kriteria pasangan. Karena belum punya pasangan. hehehe,,,

    ReplyDelete
  4. Masya Allah tulisannya seperti mengingatkan diri nih seputar pernikahan dan pasangan.Terima kasih
    Jadi ini nukilan buku The Great Muslimah ya mbak?

    ReplyDelete
  5. Woww, mba Gieska ikut penulisan buku the great muslimah juga barang mak Oney? Masya Allah ... Barakallah mba Gies... sudah ada di toko bukukah ini?

    ReplyDelete
  6. Kalau orang belum menikah biasanya dibilang "belum ketemu jodoh".
    Ada juga yang punya kriteria 1-12 macam untuk mecari pasangan.
    Tapi hakikat menikah adalah ingin membentuk keluarga sakinah mawadda wa rahmah. Memang perlu keikhlasan menjadi istri yang soleha ataupun menjadi suami yang soleh. Semua berproses harus mencapai visi dan misi bersama.
    Pasanganku Masa Depanku tulisan mbak Gieska sangat menginspirasi dunia pernikahan.

    ReplyDelete
  7. Ketika memilih pasangan memang harus mendapatkan yang terbaik. Selamat berjuang..

    ReplyDelete
  8. Semua butuh proses panjang ya mba... memang tidak ada yang mau rumahtangganya terlihat adem ayem padahal mati suri. Amit-amit. Pagi-pagi dapet pencerahan, thanks mba.

    ReplyDelete
  9. Wah mba Gieska makin produktif ni nulisnya. Sukses ya mba untuk buku barunya, laris manis tanjung kimpul. Amiinnn

    ReplyDelete
  10. Tulisan yang bagus, Mbak. Pasangan kita memang jadi penentu seperti apa kehidupan kita ke depan. Sebagai perempuan yang pernah gagal dalam pernikahan, aku setuju banget. Makanya sampai akhirnya berani berpisah dan lebih bahagia sekarang, karena memikirkan masa depan juga. Meskipun pastinya butuh waktu ya sampai bener-bener klik dengan pasangan. Namanya juga dua orang yang berbeda, ya kan?

    ReplyDelete
  11. Mantaap! Tulisan yang benar-benar menginspirasi sekaligus mengingatkan akan pentingnya pernikahan. Setiap orang punya alasan masing-masing untuk memilih pasangan dan bertahan dengan pasangan hidupnya, ya ...

    ReplyDelete
  12. Aku kenal suami hanya seminggu, langsung dilamar dan menikah 7 bulan kemudian. Diawal-awal sempat ada drama juga. Benar nggak milih dia, ya? Akhirnya berserah diri aja pada Allah, dan alhamdulillah, kami berhasil melewati tahun ke 14 pernikahan. Semoga seterusnya hingga maut memisahkan. Aamiin

    ReplyDelete

Makanan Sehat untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

  Konsumsi makanan sehat sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sering dipahami sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan ...