Wednesday, 8 November 2017

Irreplaceable

Hatiku bahagia, saat ayah mengajak makan malam. Akhirnya ayah punya waktu untukku. Sudah lama sekali ayah tidak mengajak pergi bersama. Sejak mama meninggal, aku lebih sering menghabiskan waktu sendiri. Sedangkan ayah sudah tenggelam dalam pekerjaannya.

Kali ini, ayah memintaku untuk menentukan menu makan malam. Aku duduk berhadapan dengan pria yang telah mendidikku sejak kecil ini. Kuperhatikan, wajah ayah yang semakin menua. Tumbuh banyak uban di kepala.

"Nilam, bagaimana kalau ayah menikah lagi? Apa kamu setuju?" ucapan ayah seperti petir di siang hari. Tak kusangka ayah ingin menikah lagi secepat ini.

Aku berhenti menyuapkan 'steak' ke mulutku. Kubiarkan 'steak' yang masih setengah di 'hot plate'. Kutatap dalam sekali mata ayah. Aku menangkap ada kegelisahan disana.Garis wajah yang semakin bertambah. Sesekali wajahnya menunduk, coba menghindar dari tatapan mataku.

Aku terluka dengan ucapan ayah. Tampaknya ayah tahu, aku tidak akan setuju. Enam bulan yang lalu, mama meninggal karena kecelakaan. Luka masih membekas di hatiku. Sepertinya baru kemarin mama pergi.

Selera makanku menjadi hilang. Aku tidak mau jika ada orang baru dalam keluargaku. Cerita tentang ibu tiri yang jahat kembali masuk dalam pikiranku.

"Ayah sudah tidak mencintai mama?" tanyaku setengah menghakimi sambil menyuap lagi 'steak' yang sudah mulai dingin.

"Tidak ada yang bisa menggantikan mama di hati Ayah." Wajah tua ayah seperti menyimpan beban berat.

"Lalu kenapa Ayah mau menikah lagi?"

"Biar kamu ada yang menemani di rumah. Ayah kasihan melihatmu sendiri setiap hari." Ayah coba menjelaskan dengan kalimat yang paling sederhana.

"Itu bukan alasan, Yah. Aku lebih suka sendiri. Aku tidak mau ada orang yang menggantikan mama di rumah." Jawabanku terdengar egois, sambil kuusap sudut mataku.

"Baiklah," ucapnya sambil tersenyum.

Kuperhatikan lagi wajah ayah, ada kesedihan disana. Kristal bening tampak di sudut matanya. Bibir masih tersenyum, coba menenangkan hatiku.

2 comments:

  1. Hiks aku ikutan sedih bacanya, mba. Jadi, kepikiran klo nanti aq meninggal duluan. Apa suami aq bkal lngsung cpt nikah atau tidak menikah. Hihihi baper yan tetapi, sbenernya meninggal itu sesuatu yg pasti ya, Mba. Cepet atau lambat 😃

    ReplyDelete
  2. Katanya, kalau istri yang meninggal, suami tak kuat ngurus anak sendirian. Tapi kalau suami yang meninggal. istri kuat sendiri bertahan..:(

    ReplyDelete

Makanan Sehat untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

  Konsumsi makanan sehat sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sering dipahami sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan ...