Saturday, 16 September 2017

Secret Admire


Baju seragam yang dikenakan Amara masih basah kuyub. Ini bukan pertama kalinya dia mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari Metta. Gadis berjilbab ini hanya diam. Semakin dia berontak dan melawan maka perbuatan teman sekelasnya ini akan semakin parah. Dibersihkannya baju yang basah itu dengan menggunakan tisu. Tetap saja tidak akan kering, karena air yang disiramkan cukup banyak.

Metta tertawa puas di depan Amara. Tatapan sinisnya tidak luput dari pemandangan yang ada di depannya. Dilihatnya tubuhnya yang basah dari atas ke bawah. Dia selalu saja mempunyai alasan untuk menyiksa gadis pendiam ini.

Secara fisik gadis berkulit putih ini memang terlihat sempurna. Rambutnya yang sepinggang menjuntai hitam legam. Banyak cowok di sekolah ini yang tertarik padanya. Tapi dia tidak pernah mau. Metta hanya menginginkan David. Cowok sederhana yang tidak silau dengan kecantikan Metta. Sahabat Amara ini memang beda dari cowok lain yang ada di sekolah ini. Dia mempunyai prinsip untuk tidak berpacaran lebih dulu.

Namun Metta beranggapan, Amara-lah yang menjadi penghalang misinya untuk mendekati David. Berulang kali Amara menjelaskan ini pada Metta tapi dia tidak pernah mau mengerti. Selalu bully-an dan siksaan yang didapatnya dari Metta.

Gadis anak pengusaha kaya ini selalu memilih tempat yang tepat untuk melancarkan aksinya. Seperti kali ini, taman sekolah di belakang kelasnya. Amara selalu melewati tempat itu untuk mengambil sepeda motor yang diparkirnya saat jam sekolah berlangsung.

"Kenapa kamu tidak jera juga?" Bentak Metta

"Aku tidak melakukan kesalahan apa-apa kenapa harus jera?" Amara berusaha membela diri.

"Kamu tidak pantas untuk David. Jangan pernah coba menghalangiku!"

"David memang tidak tertarik padamu dan kami hanya bersahabat."

Tanpa Metta sadari David datang dari arah belakangnya. Dia berhenti sejenak untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan Metta.

"Mana ada cowok yang tidak tertarik padaku di sekolah ini. Beda sama kamu, kamu itu dekil dan item. Nggak akan ada yang menyukaimu di sekolah ini," hardik anak tunggal ini.

Kemauannya memang selalu dituruti oleh orang tuanya sejak kecil. Inilah yang membuatnya selalu berambisi untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

"Ada, Met. Aku orangnya." Ucap David pendek, membuat Metta kaget dan mencari dari mana arah suara itu.

Amara pun terkejut melihat apa yang diucapkan David ini. Dia berusaha memberi kode pada David agar tidak mengatakan macam-macam di depan Metta. Karena ini akan berujung siksaan yang lebih kejam lagi.

Tapi sepertinya David tidak mengindahkan hal itu. Cowok bertubuh jangkung ini malah melanjutkan, "Aku serius Met. Itu alasannya kenapa aku tidak pernah mau menerimamu. Aku mempunyai prinsip untuk tidak berpacaran selama masih sekolah. Dan aku akan melamar Amara setelah lulus kuliah nanti."

Mata Metta terasa panas mendengar ucapan David. Impiannya sirna sudah. Taman hijau itu seperti menjadi saksi hancurnya hati Metta. Buliran bening mulai mengalir di kedua pipinya. Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia pasti sedang salah dengar. Dadanya bergoncang menahan tangis yang hampir meledak.

Begitu juga Amara, dia seperti tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia merasa David hanya menganggapnya tidak lebih dari seorang sahabat.

'Mungkin David sedang berusaha melindungiku,' pikir Metta.

Apapun alasan David, sempat terselip rasa bahagia di hatinya. Ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Selama ini dia hanya mengagumi David dalam diam.

David segera meraih tangan Amara. Ditariknya Amara menuju area parkir. Dan mereka beriringan, pulang dengan sepeda motor masing-masing. Di depan pintu gerbang mereka sempat bertemu sopir Metta yang masih setia menunggu disana.

9 comments:

  1. Say no to Bullying!
    Cinta bertepuk sebelah tangan.....hiks!
    Teman tapi menikah...yeayyy!
    Great story mbak Gieska...:)

    ReplyDelete
  2. Yakin abis kuliah mau melamar? Masih panjang loh waktunya....😂

    ReplyDelete
  3. Ceritanya memang banyak terjadi saat ini yaitu bully

    ReplyDelete
  4. nice story mbak. btw, stereotip anak tunggal anak orang kaya sepertinya sdh biasa. rekues kali lain bikin yg anti mainstream ya mbak. krn faktanya skrg banyak juga anak org susah yg gak berakhlak baik.

    ReplyDelete
  5. Games..aduh jaman skrg kalo ga bully orang ga enak kali yaa..lawan amara! #emosi hehee

    ReplyDelete
  6. Ceritanya keren-keren nih mba Gies, dibikin novel aja mba.. 😙

    ReplyDelete
  7. so sweet, ada cowok ganteng yang komitmen tidak pacaran dan mau langsun menikah setelah tamat kuliah,
    diawal ceritanya sih biasa mbak, seperti kebanyak remaja umunya buly dan merebut cowok,
    tap pas si david datang dan berkomentar.. aduuh so sweet lah mbak :-)
    kereen idenya

    ReplyDelete
  8. Cinta yang bertepuk sebelah tangan malah jadinya membully orang lain... duuh

    ReplyDelete
  9. waduh nanti ketemu yang lain waktu kuliah, beda lagi ketemu lain lagi di tempat kerja...wuduh masih bisa banyak kemungkinan

    ReplyDelete

Makanan Sehat untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

  Konsumsi makanan sehat sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau sering dipahami sebagai sistem kerja tubuh untuk melawan ...